Tablet Galaxy Tahan Banting Hadir untuk Segmen Bisnis

Tablet Galaxy Tahan Banting Hadir untuk Segmen Bisnis

JAKARTA, KOMPAS.com - Samsung memperkenalkan peranti tablet Android tangguh nanstylish baru, yang diberi nama Galaxy Tab Active. Berbeda dengan tablet Galaxy Tab sebelumnya, Tab Active tidak dijual bebas di pasaran oleh Samsung.

"Galaxy Tab Active hanya dijual untuk pasar B2B (business to business), bukan untuk konsumen retail," ujar Pambudi Baskara Sudirman, Enterprise Mobility Product Marketing PTM Samsung Indonesia saat acara peluncuran di Jakarta, Kamis (25/2/2015).

Menurut Pambudi, Samsung telah melakukan penelitian yang cukup lama di banyak industri. Dari penelitian tersebut, ternyata banyak juga industri atau perusahaan yang membutuhkan solusi peranti tablet untuk mendukung kerja mereka.

Samsung Galaxy Tab Active didesain agar menjadi tablet yang tangguh dengan mengantongi sertifikasi standar IP67. Dengan demikian, tablet tersebut tahan terhadap paparan debu maupun air.

Selain itu, Galaxy Tab Active juga tahan terhadap benturan saat dijatuhkan dari ketinggian 1,2 meter, dan tahan terhadap air hingga kedalaman 1 meter selama 30 menit.

Ketangguhan tersebut menurut Pambudi bisa dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan seperti kontraktor, tambang, atau bahkan militer.

Selain tangguh, Galaxy Tab Active juga mengusung desain yang stylish. "Dengan demikian sales person perusahaan yang membawa Tab Active untuk presentasi bisa lebih percaya diri," ujar Pambudi.

Dari sisi teknis, Galaxy Tab Active dibekali prosesor Snapdragon 400 1,19 GHz dengan memori RAM 1,5 GHz dan penyimpanan internal 16 GB, dan baterai 4.450 mAh. Perangkat ini juga dilengkapi dengan kemampuan koneksi 4G LTE.

Untuk kamera, Tab Active dibekali dengan kamera utama3,1 megapiksel di bagian belakang, dan 1,2 megapiksel untuk kamera depan.

Tab Active dijual untuk kalangan bisnis dengan harga sekitar Rp 6 jutaan.
XL Modernisasi Jaringan di Area Bandung

XL Modernisasi Jaringan di Area Bandung

KOMPAS.com - PT XL Axiata Tbk. selaku penyedia layanan seluler XL melakukan modernisasi jaringan di area Bandung, Jawa Barat. Hal tersebut dilakukan oleh XL guna meningkatkan kualitas jaringan di area tersebut.

Menurut keterangan tertulis XL yang diterima KompasTekno, Rabu (18/2/2015), modernisasi tersebut adalah akibat dari terus meningkatkan volume trafik serta tuntutan kualitas yang lebih baik lagi di area Bandung.

Modernisasi yang dilakukan XL antara lain diwujudkan dengan perbaikan desain, penggantian perangkat, serta penalaan dan optimisasi jaringan. 

Untuk penggantian perangkat, XL melakukan modernisasi RBS (Radio Base Station) 2G yang lama dengan perangkat terbaru yang diklaim lebih canggih dan lebih besar kapasitasnya. 

Pada modernisasi jaringan ini juga dilakukan penggabungan beberapa perangkat RBS menjadi satu, atau dikenal dengan istilah ”Single RAN,” yang menurut XL pengoperasiannya menjadi lebih hemat tempat dan praktis.

Dengan modernisasi jaringan itu, XL menglaim bisa menambah kapasitas dan meningkatkan kualitas semua jenis layananya, baik voice, SMS, dan terutama menopang kualitas data.

"Modernisasi jaringan ini  kami lakukan karena kebutuhan pelanggan yang terus meningkat, proses serupa sudah XL lakukan di sebagian area lain, baik di Jawa maupun pulau lain, seperti Sumatera," dmeikian ujar Vice President XL Central Region, Bambang Parikesit.

Selain itu, menurut Bambang, modernisasi tersebut juga  sekaligus sebagai antisipasi XL akan ledakan pertumbuhan pengguna data.

Modernisasi yang dilakukan XL itu telah berlangsung sejak 6 Februari lalu dan direncanakan selesai pada Maret 2015. Menurut XL, proses modernisasi itu akan terus dilanjutkan, bukan hanya di Bandung saja, melainkan juga di kota-kota lain di Indonesia.
GramediaBook, Tablet Pengganti Buku Sekolah

GramediaBook, Tablet Pengganti Buku Sekolah

BANDUNG, KOMPAS.com - Membawa beberapa buku sekolah yang tebal membuat siswa sering mengeluh karena terlalu berat. Sebuah tablet bernama GramediaBook berusaha menjadi solusi untuk masalah itu. 

Bukan sekadar tablet, perangkat tersebut akan dilengkapi dengan berbagai materi pendidikan berkat dukungan konten dari penyedia software PesonaEdu. 

Paket bundling di dalamnya termasuk BDI (Buku Digital Interaktif), Enrichment(Pengayaan Pengetahuan), Assesment (Koleksi Soal / Try-Out), serta English e-Learning dengan jumlah terbatas. 

Pengguna dapat menikmati akses terhadap konten edukasi yang terintegrasi di dalamnya gratis selama 6 bulan.

Konten edukasi yang lebih banyak tersedia melalui Online Education Store. Toko online ini memungkinkan konten diunduh ataupun dibeli secara online dengan sistem pembayaran yang variatif.

Tablet dengan layar 8,95 inci ini dilengkapi sistem operasi Windows 8.1. Jeroannya menggunakan prosesor Intel Baytrail. Ia juga memiliki kamera 5MP. 

Intel dan Microsoft bekerjasama dengan McAfee juga melengkapi perangkat ini dengan parental control. 

Marketing Manager Kompas Gramedia, Agustinus Harsono, mengatakan, parental control itu berupa sistem pengawasan khusus ketika tablet ini digunakan untuk keperluan browsing. 

Dengan Parental Control, ujarnya, laman situs yang keluar akan sesuai dengan materi yang dibutuhkan. 

"Tablet-tablet yang beredar di lapangan bisa browsing seluruh sumber situs tanpa batas walaupun kebanyakan dipakai untuk game," kata Agustinus saat ditemui seusai kegiatan Knowledge Sharing GramediaBook di Hotel Santika, Jalan Sumatera, Kota Bandung, Kamis (12/262015). 

PesonaEdu memberikan software pembelajaran untuk siswa dari mulai SD, SMP (untuk semua mata pelajaran) hingga SMA (Matematika dan IPA) yang disetarakan dengan kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013.

Tidak hanya itu saja, jika sekolah memang berniat untuk menggunakan tablet ini dalam sistem belajar mengajar, PesonaEdu juga akan memberikan pelatihan secara gratis kepada para guru-guru agar bisa mengaplikasikannya di kelas. 

Penerbit buku Grasindo juga melengkapi koleksi buku-buku pelajaran sesuai kurikulum 2006 dan 2013. "Jadi bisa dibilang ini beli konten software gratis tablet," ujar Agustinus. 

Agustinus menyebut perangkat ini sebagai gadget edukasi pertama di Indonesia. Gadget ini bisa didapatkan secara kolektif ataupun satuan di toko buku Gramedia. Perangkat itu akan dibanderol dengan harga Rp 2,2 juta.
Evercoss Siapkan 3.000 Android One

Evercoss Siapkan 3.000 Android One

JAKARTA, KOMPAS.com - Smartphone Android One dari vendor lokal, Evercoss One X akhirnya meluncur di Indonesia. Namun penggemar Android yang lama menantinya masih harus menunggu sedikit lagi.

Evercoss menjadwalkan smartphone hasil kolaborasi dengan Google itu mulai dijual secara online pada tanggal 6-9 Februari 2015. Soal penjualan online tersebut, pembeli hanya bisa mengaksesnya melalui situs belanja daring Lazada Indonesia.

"Saat ini produknya masih terbatas. Penjualan online-nya di Lazada. Untuk saat ini kami siapkan 3000 unit," papar Chief Marketing Officer Evercoss Janto Djojo usai peluncuran Evercoss One X di Jakarta, Kamis (5/2/2015).

Dia menambahkan, jumlah tersebut menurutnya tidak baku. Harapannya, bila 3000 unit tersebut bisa ludes dibeli maka Evercoss akan mempertimbangkan penambahan unit lagi.

Janto menjanjikan, "Kita selalu mengukur pasarnya. Tujuannya untuk mengecek animo  masyarakat. Kalau unit yang disediakan habis ya ditambahkan lagi. Tapi kita mesti tahu dulu bagaimana animonya."

Satu hal yang mesti dicatat, untuk sementara waktu pembeli tidak bisa mendapatkan smartphone ini dari penjualan offline. "(Penjualan) offline nanti di seluruh toko di Indonesia, setelah selesai penjualan online," terang Janto.

Tanpa kartu SD

Sebagai catatan, smartphone Android One membutuhkan kartu memori SD agar kameranya dapat dipakai memotret. Hal tersebut tidak terbatas pada Android One keluaran satu vendor saja.

Dalam penjualan smartphone One X buatannya, Evercoss tidak menyertakan kartu memori Secure Digital (SD Card). Sebagai gantinya, vendor lokal tersebut memberikan leather case dalam paket penjualan.

"Kita tidak beri microSD, soalnya kebanyakan masyarakat sudah punya micro SD. Sebagai gantinya kami sertakan leather case," ujar Product Development Manager Evercoss William T memberi alasan.
Microsoft Pensiunkan Tablet Surface 2

Microsoft Pensiunkan Tablet Surface 2

KOMPAS.com - Surface 2, tablet berbasis Windows RT besutan Microsoft, dipastikan  tidak akan pernah dijual secara resmi di Indonesia. Perusahaan raksasa software tersebut membeberkan bahwa produk tersebut akan dihentikan produksinya.

"Kami tidak akan lagi memproduksi Surface 2. Meskipun begitu, bagi yang ingin tetap membeli Surface tersebut masih tetap bisa mengunjungi Microsoft Retail Store, MicrosoftStore.com, dan toko pihak ketiga," kata Microsoft kepada situs The Verge, Rabu (28/1/2015).

Apa alasan Microsoft mengambil keputusan tersebut? Alasan pertama, produk tablet teranyarnya, Surface Pro 3, ternyata jauh lebih sukses. 

Menurut pihak Microsoft, lini produk Surface mampu menyumbang pendapatan sebesar 1,1 miliar dollar AS. Akan tetapi, sebagian besar dari pendapatan itu berasal dari Surface Pro 3, bukan dari Surface 2. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila Microsoft lebih ingin berfokus kepada tablet terbarunya itu.

Alasan lainnya, Surface 2 hadir dengan menggunakan Windows versi RT. Faktanya, perangkat tersebut hadir dengan fitur yang lebih baik dari Surface generasi satu. 

Ia lebih tipis dan ringan, juga memiliki layar yang lebih baik. Akan tetapi, perangkat ini masih berbasiskan Windows RT yang sangat terbatas untuk masalah aplikasi.

Sekadar gambaran, Windows RT tidak bisa menggunakan sejumlah aplikasi yang ada di Windows 8. Pengguna harus menunggu pihak developer untuk merilis aplikasi khusus untuk Windows RT. Oleh karena keterbatasan itulah, Windows RT tidak terlalu dilirik oleh konsumen.

Surface 2 sendiri dapat dikatakan sebagai produk berbasis Windows RT populer terakhir yang beredar di pasar. Dengan "dimatikannya" lini produk tersebut, apakah ini pertanda dari berakhirnya Windows RT?
Windows 10 Bisa Diunduh Gratis

Windows 10 Bisa Diunduh Gratis

KOMPAS.com - Sistem operasi Windows 10 yang lama ditunggu-tunggu akhirnya mendapat kepastian dari Microsoft. Raksasa piranti lunak tersebut mengumumkan bahwa sistem operasi tersebut dapat diunduh gratis.

Namun ada syaratnya. Seperti dikutip KompasTekno dari The Verge, Kamis (22/1/2015), Executive Vice President of Operating System Microsoft Terry Myerson mengatakan Windows 10 gratis untuk pengguna yang sudah memiliki Windows 7 atau Windows 8.1.

Upgrade gratis tersebut bisa dilakukan dalam waktu terbatas, yaitu selama rentang setahun setelah peluncuran Windows 10. Microsoft sendiri belum mengumumkan harga banderol piranti lunak ini, bila masa setahun itu sudah lewat.

"Segalanya tentang Windows 10, pengalaman, layanan dan upgrade gratis tersebut berarti suatu manfaat berkelanjutan untuk pelanggan kami. Generasi baru Windows adalah komitmen, untuk membebaskan orang dari teknologi dan membuat mereka bisa melakukan sesuatu yang hebat," tulis Terry dalam blog Windows.

Sayangnya, masih ada hal yang belum jelas di sini. Pengguna Windows 7 memang bisa mengunduhnya gratis, tapi apakah sistem operasi yang baru akan cocok dengan perangkat keras yang lama?
Pengunjung Berniaga.com Mulai Diarahkan ke OLX

Pengunjung Berniaga.com Mulai Diarahkan ke OLX

KOMPAS.com - Menyusul kerjasama induk perusahaan masing-masing, situs iklan baris Berniaga.com dan situs jual beli OLX Indonesia telah bergabung dalam satu wadah yang sama. Kini, keduanya beroperasi di bawah satu nama, yakni olx.co.id.

Ya, dengan kata lain, layanan Berniaga.com telah bergabung dengan olx.co.id.

Pihak Berniaga sendiri sudah mengumumkan perihal penggabungan tersebut dalam situs resminya. Saat pengguna mengakses situs Berniaga.com, akan muncul pemberitahuan di layar yang menerangkan bahwa layanan situs tersebut telah bergabung menjadi olx.co.id. Pengunjung yang ingin mencari atau menjual barang diminta membuka situs Olx.

Imbas dari merger tersebut, layanan pemasangan iklan di Berniaga.com tidak akan tersedia lagi. Pengguna diharapkan untuk berpindah ke layanan dari olx.co.id,

"Efektif per tanggal 15 Januari 2015, layanan pasang iklan di Berniaga.com tidak tersedia. Untuk menjual barang second Anda, silahkan pasang iklan di olx.co.id," tulis pihak Olx dalam laman FAQ resminya. 

Nantinya, semua iklan aktif yang ada di Berniaga.com setelah tanggal 11 November 2014 akan ditampilkan secara otomatis di situs Olx. Sementara, bagi iklan yang di-posting sebelum tanggal tersebut, pihak Olx menyarankan untuk memasang ulang iklannya di situs Olx.

Selain iklan, akun milik Berniaga.com juga akan dimigrasikan ke layanan milik Olx. Bagi pemilik akun Berniaga.com yang login ke situs tersebut tanpa melalui Facebook, pihak Olx berjanji untuk segera mengirimkan password standar melalui e-mail pengguna. 

Jika sebelumnya bergabung ke Berniaga dengan menggunakan akun Facebook, pengguna tidak perlu mendaftar ulang. Mereka bisa langsung login dengan menggunakan akun Facebook tersebut.

Sebelumnya, induk perusahaan OLX dan Berniaga, yaitu Naspers dan 701 Search, menyatakan akan bergabung untuk membuat platform iklan dan jual beli online di negara Brazil, Indonesia, Thailand, dan Bangladesh.

Naspers dan 701 Search sendiri merupakan gabungan tiga perusahaan jual beli online, yaitu Schibsted, Telenor, dan Singapore Press Holdings.

Di Indonesia sendiri model kerja sama kepemilikan antara Naspers dn 701 Search akan memiliki komposisi 64 persen Naspers dan 36 persen 701 Search.

Di Indonesia, Naspers telah mengakuisisi OLX (dahulu Tokobagus.com) pada November 2012. Naspers pada saat itu mengakuisisi 65 persen saham Tokobagus.com.

Sementara untuk Berniaga.com, situs jual beli tersebut telah diluncurkan oleh 701 Search semenjak Desember 2009.